Hari Kedua: Fokus pada Peningkatan Kompetensi dan Akuntabilitas Keuangan
Manokwari — Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat berlanjut pada hari kedua, Jumat 24 Oktober 2025, dengan agenda utama peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami tata kelola keuangan negara yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari, yang menyampaikan gambaran umum mekanisme PNBP, meliputi proses penggunaan, penatausahaan, serta pelaporan yang selaras dengan ketentuan Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan.
Sesi berikutnya diisi oleh Bapak Dr. Drs. H. Moh. Fashihol Hasanuddin, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Papua Barat, yang membahas mekanisme pendaftaran dan pembagian hasil eksekusi lelang. Beliau menekankan pentingnya ketepatan administrasi dan koordinasi lintas bidang agar pengelolaan PNBP di tingkat satuan kerja berjalan tertib, efisien, dan akurat.
Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan materi Optimalisasi Pengelolaan PNBP yang disampaikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Badilag Mahkamah Agung RI, dengan arahan agar seluruh satuan kerja terus memperkuat pelaporan berbasis digital serta memastikan keterbukaan informasi publik dalam setiap proses pengelolaan keuangan.
Penutupan: Pencatatan, Penghargaan, dan Launching Mars PTA Papua Barat
Memasuki acara penutupan, kegiatan dimulai dengan sesi materi pencatatan PNBP pada tingkat pertama dan tingkat banding, yang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Imran, S.Ag., S.H., M.H., Panitera PTA Papua Barat, dengan Bapak Musa Sholawat, S.H.I. sebagai moderator.
Materi ini menitikberatkan pada pentingnya ketelitian dalam pencatatan dan pelaporan agar tidak terjadi ketidaksesuaian data antar-satuan kerja, serta memperkuat sinergi antara pengadilan tingkat pertama dan banding dalam pelaksanaan administrasi keuangan.
Setelah sesi pemaparan materi, acara berlanjut dengan puncak kegiatan berupa penyerahan penghargaan (reward) bagi satuan kerja dan pegawai berprestasi di lingkungan PTA Papua Barat.
Pengadilan Agama Fakfak berhasil meraih Juara Umum atas capaian kinerja terbaik selama periode penilaian triwulan, diikuti dengan beberapa pemberian penghargaan pada berbagai kategori untuk setiap pengadilan agama lainnya sertapenghargaan bagi tiga pegawai dengan kinerja terbaik, yakni:
- Muslim, A.Md.
- Ahmad Nur Fajri, S.H.
- Rafid Abdul Kadir, A.Sg.
Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Ketua PTA Papua Barat, Bapak Drs. H. Pandi, S.H., M.H., yang sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh satuan kerja di wilayah hukum PTA Papua Barat.
Launching Mars PTA Papua Barat: Simbol Semangat dan Identitas Lembaga
Salah satu momen bersejarah dalam kegiatan hari ketiga ialah pemutaran dan launching Mars Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat.
Lagu mars ini diciptakan sebagai simbol semangat, identitas, dan kebanggaan seluruh aparatur di lingkungan PTA Papua Barat dalam mengemban tugas pelayanan peradilan agama.
Pemutaran perdana mars tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta Bimtek. Irama mars yang penuh semangat dan lirik yang sarat makna menggambarkan dedikasi, keikhlasan, dan komitmen aparatur peradilan agama di tanah Papua Barat dalam mewujudkan keadilan yang berintegritas dan humanis.
Bapak Drs. H. Pandi, S.H., M.H. menyampaikan bahwa mars ini bukan sekadar lagu seremonial, melainkan juga penyemangat dan pengingat nilai pengabdian bagi seluruh aparatur di wilayah kerja PTA Papua Barat. Beliau berharap agar lagu tersebut dapat menjadi identitas dan motivasi dalam setiap langkah menuju pelayanan peradilan yang unggul.
Penutupan: Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Aparatur
Kegiatan Bimbingan Teknis PNBP PTA Papua Barat resmi ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur.
Dalam sambutan penutupnya, Ketua PTA Papua Barat menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan menerapkan hasil bimtek secara nyata di satuan kerja masing-masing.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga mempererat koordinasi antarsatuan kerja, membangun rasa tanggung jawab kolektif, serta memperkuat citra peradilan agama di mata masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan pada tanggal 25 Oktober 2025, seluruh peserta meninggalkan lokasi dengan semangat baru untuk menerapkan nilai-nilai profesionalisme, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek tugas dan pelayanan di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat.
Dokumentasi























Leave a Reply