Manokwari, 22 Juni 2026 – Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat menggelar apel Senin pagi rutin yang terasa istimewa pada hari ini (22/06). Apel pagi kali ini dipimpin langsung untuk pertama kalinya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat yang baru, Yang Mulia Bapak Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag. Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman kantor ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, hakim tinggi, pejabat struktural-fungsional, serta staf kepaniteraan dan kesekretariatan.
Dalam amanat perdananya, YM KPTA Papua Barat menyampaikan rangkaian arahan strategis sebagai komitmen bersama untuk membawa kemajuan bagi institusi.
1. Penegakan Disiplin ASN
Mengawali arahannya, Bapak Dr. H. Acep Saifuddin menekankan bahwa kedisiplinan adalah urat nadi utama bagi seorang aparatur sipil negara. Beliau menginstruksikan seluruh pegawai untuk senantiasa konsisten menjaga kedisiplinan, di mana kehadiran dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan apel Senin pagi ini merupakan salah satu contoh nyata yang harus terus dirawat.
2. Pelayanan Prima yang Menyeluruh dan Bebas Transaksional
Poin krusial yang ditegaskan oleh KPTA Papua Barat adalah mengenai hakikat pelayanan publik. Beliau menginstruksikan bahwa pelayanan adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh seluruh lini. Pelayanan prima ini tidak hanya terbatas pada urusan teknis keperkaraan di meja persidangan atau PTSP saja, melainkan mencakup keseluruhan interaksi, tata ruang, dan operasional kantor secara total.
Beliau memberikan peringatan keras dan menegaskan agar jangan ada tindakan atau kegiatan transaksional apa pun dalam mewujudkan pelayanan yang prima di PTA Papua Barat. Seluruh aparatur wajib menjaga integritas dan kebersihan dari praktik pungutan liar atau gratifikasi demi menjaga marwah peradilan.
3. PTA Papua Barat Sebagai Role Model
Beliau menegaskan bahwa sebagai pengadilan tingkat banding, PTA Papua Barat wajib memposisikan diri sebagai role model atau teladan bagi seluruh satuan kerja (satker) pengadilan tingkat pertama di bawahnya. PTA Papua Barat harus hadir sebagai solusi; segala bentuk hambatan dan permasalahan teknis yang dihadapi oleh pengadilan agama di daerah harus dapat ditanggapi, dibimbing, dan dijawab dengan tuntas oleh PTA Papua Barat.
4. Produktivitas dan Inovasi di Tengah Keterbatasan Perkara
Menyikapi volume penanganan perkara banding tahun ini yang relatif sedikit—di mana hingga saat ini baru tercatat dua perkara—KPTA mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk bermalas-malasan atau menganggap tidak ada pekerjaan. Sebaliknya, waktu luang yang ada harus dimanfaatkan secara produktif oleh seluruh aparatur untuk terus belajar, memperdalam regulasi, serta melahirkan inovasi baru demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
5. Penataan Ulang Zona Integritas menuju WBK/WBBM
Sejalan dengan penegasan pelayanan bebas transaksional, KPTA menginstruksikan jajaran Kepaniteraan dan Kesekretariatan untuk kembali menata lini Zona Integritas (ZI). Seluruh tim kerja diminta merapatkan barisan guna menyusun dan melengkapi dokumen data dukung (eviden) agar lebih presisi, sesuai ketentuan, dan berkualitas tinggi agar mampu bersaing kembali meraih predikat WBK/WBBM di tingkat nasional.
6. Empati dan Doa Bersama untuk Kesehatan
Di akhir sambutannya, KPTA mengajak seluruh peserta apel untuk menumbuhkan rasa empati dan saling mendoakan sesama rekan kerja agar senantiasa dianugerahi kesehatan dalam menjalankan tugas. Secara khusus, beliau memimpin doa untuk kesembuhan Ibu Panitera Muda Hukum (Panmud Hukum) PTA Papua Barat yang saat ini sedang diuji dengan sakit, agar segera diangkat penyakitnya dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
7. Sukseskan Agenda Pelantikan Wakil Ketua
Menutup amanatnya, beliau meminta dukungan dan kerja sama penuh dari seluruh panitia dan keluarga besar PTA Papua Barat agar agenda besar yang dilaksanakan pada hari ini, yaitu Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua PTA Papua Barat, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sukses tanpa hambatan.
Apel pagi diakhiri dengan penghormatan bersama dan dilanjutkan dengan persiapan akhir pelaksanaan kegiatan pelantikan pimpinan baru di lingkungan PTA Papua Barat.
Dokumentasi




















Leave a Reply