Tausyiah Ramadhan Edisi 5 April 2023 Oleh Drs. Muhammadong, M.H.

Manokwari, 5 April 2023 – Jin secara bahasa berasal dari kata “janna” yang memiliki arti “tersembunyi atau tidak terlihat.” Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah swt yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api. Sedangkan setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Ada jenis Jin yang berasal dari golongan setan, dalam bahasa Arab disebut Qariin. Sebuah istilah yang digunakan untuk menunjuk kepada jin yang mendampingi atau menjadi pasangan setiap manusia. Keberadaan Jin ini dipertegas dalam hadits Riwayat Abdullah bin Mas’ud. Rasulullah mengatakan. “Setiap kamu ada Qariin dari bangsa jin dan juga dari bangsa malaikat. Mereka bertanya, “ Engkau juga ya Rasulullah?. Sabdanya. “Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qariin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebaikan saja”.

Setan ditugaskan oleh Allah SWT untuk menyesatkan umat manusia. Ada banyak cara yang dilakukan setan dalam menggoda, merayu dan menyesatkan manusia antara lain:

1. Tazyin, atau kamuflase menghiasi perkara seolah baik. Setan tidak mengarahkan seseorang kepada dosa dan kejahatan, melainkan menghiasinya secara bertahap, misalnya ketika seseorang mendengar adzan pada malam musim dingin dan berkata kepadanya, “Tetap santai di tempat tidur, kamu lelah dan capek”. 

2. Talbis, atau menipu. Setan mencoba menipu pikiran manusia dengan meyakinkan dia bahwa larangan sebenarnya diperbolehkan. Tanpa melihat apakah hal itu halal ataukah haram, jika seseorang sudah dikuasai nafsu maka segala macam cara akan dilakukan.

3. Taswif, setan turut berupaya menghasut orang lain agar menunda untuk bertobat. Setan membuat manusia terus menunda untuk bertobat, dengan mengatakan masa muda merupakan tahap yang terindah, dan taubat bisa dilakukan di lain waktu. 

4. Tahwin, meremehkan hal kecil seperti dosa kecil. Setan juga mengajak manusia untuk meremehkan dosa-dosa kecil. Setan menyatakan bahwa orang lain jauh lebih banyak melakukan dosa besar daripada dirinya. 

5. Setan berupaya membuat manusia tidak berada dalam jalan yang lurus. Saat manusia berusaha untuk taat kepada Allah SWT akan selalu ada godaan yang menghalangi ikhtiarnya. Namun saat ada sekelompok orang yang menentang dan mengucilkan atas apa yang dilakukan, hal itu sedikit banyak akan membuat pendirian merasa goyah.

6. At-Taiys, upaya lainnya yakni membuat manusia putus asa dalam bertaubat. Dia menyatakan bahwa dosa yang dimiliki seorang hamba sudah terlampau besar, sehingga sulit untuk diampuni. Maka dari itu lebih baik tidak melakukan apa-apa daripada melakukan taubat yang sia-sia.

7. Setan turut dapat hadir pada manusia yang dalam keadaan marah. Hal ini yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Kita sendiri bisa menilai seperti apa aura orang yang sedang marah yang dipenuhi hal negatif. Hal sepele pun bisa membuat orang marah jika kita tidak bisa mengendalikan diri.

8. Dia menjadikan manusia tinggi angan-angan, mendorong manusia takut akan kemiskinan, kemudian dia menghasut manusia untuk dapat kaya dengan jalan yang haram seperti korupsi atau mencuri. 

9. Setan juga membuat indah keburukan manusia, dan tidak toleran terhadap yang lain. Dia terus membuat orang lebih fanatik, dan memotivasi manusia agar merendahkan orang lain. Seakan-akan dia sendiri yang merasa paling benar dan paling tinggi di hadapan orang lain.

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari godaan-godaan setan yang terkutuk.

Dokumentasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023. PTA Pabar News. All Right Reserved.