Manokwari, 30 Juli 2023 – Selepas Apel, acara dilanjutkan dengan kegiatan bimbingn mental yang diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat, mulai dari unsur Pimpinan, Pejabat, Staff dan PPNPN. Kegiatan bimbingan mental ini sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas mindset serta refleksi masing-masing pegawai agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Bertindak sebagai pemateri pada kegiatan bimbingan mental hari ini adalah Hakim Tinggi Drs. H. Abdul Kholik., M.H. yang membawakan materi dengan judul Refleksi terhadap perumpamaan dalam Al-Quran (Ayat 15 – 17 surat Al-Baqarah).
QS. Al-Baqarah Ayat 15

Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan
Ayat ini menegaskan hukuman bagi orang munafik sebagai akibat perbuatan mereka yang tersebut pada ayat di atas. Allah membalas olok-olokan mereka dengan menimpakan kehinaan atas mereka dan Allah membiarkan mereka bergelimang terus dalam kesesatan, dan mereka kelak akan diazab pada hari Kiamat.
QS. Al-Baqarah Ayat 16

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
Ayat ini menegaskan ayat-ayat sebelumnya tentang orang munafik dan menerangkan kebodohan mereka dengan mengemukakan keburukan tingkah laku dan perkataan mereka.
Orang-orang munafik dengan sifat-sifat yang buruk seperti tersebut pada ayat-ayat di atas merupakan orang-orang yang salah pilih. Mereka menolak petunjuk jalan yang lurus, dan memilih jalan kesesatan dan hawa nafsu. Akhirnya pilihan itu merugikan mereka sendiri, karena mereka tidak mau menerima kebenaran.
QS. Al-Baqarah Ayat 17

Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Ayat ini memberikan gambaran lain tentang orang-orang munafik seperti disebutkan pada ayat-ayat terdahulu dengan perumpamaan yang nyata. Orang-orang munafik yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang munafik dari ahli kitab (orang-orang Yahudi). Mereka itu telah beriman kepada kitab-kitab dan rasul-rasul yang telah lalu, maka seharusnya mereka beriman pula kepada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw, karena kedatangan Nabi Muhammad itu telah disebutkan dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi disebabkan mereka dipengaruhi oleh kebesaran mereka di masa lampau, mereka tidak mau beriman. Tak ubahnya mereka itu seperti orang yang menyalakan api untuk menyinari tempat sekitarnya, tiba-tiba api itu padam, sehingga mereka berada dalam gelap gulita.









Leave a Reply