Rapat Koordinasi dan Pembinaan Sewilayah Hukum PTA Papua Barat

Manokwari, 16 Juli 2025 – Menyambut momentum pergantian pimpinan Ketua dan Wakil Ketua PTA Papua Barat yang baru, maka pada hari ini Rabu (16/7) dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan. Rapat dipimpin oleh KPTA Drs. H. Pandi, S.H., M.H. dan WKPTA Dr. Drs. H. Moh. Faishol Hasanuddin, S.H., M.H. beserta jajaran. Diikuti oleh perwakilan Ketua, Sekretaris dan Panitera dari seluruh Kantor Pengadilan Agama dibawah wilayah yurisdiksi PTA Papua Barat diantaranya PA Manokwari, PA Sorong, PA Fakfak dan PA Kaimana.

Tujuan dari rapat koordinasi dan pembinaan ini yang pertama adalah sebagai ajang perkenalan dari seluruh personil yang ada dibawah wilayah yurisdiksi PTA Papua Barat dengan pimpinan PTA Papua Barat yang baru. Selanjutnya seluruh perwakilan satker PA yang telah hadir dari kegiatan rakor ini menyampaikan progress kinerja dan kendala yang dialami selama ini di hadapan pimpinan PTA Papua Barat. Nantinya seluruh aspirasi ini akan ditindaklanjuti oleh pimpinan agar kedepanya dapat diselesaikan dengan sesusi dengan target.

Dalam sambutnya KPTA Papua Barat menyampaikan kepada seluruh perwakilan dari 4 satker untuk berpegang teguh pada 6 prioritas program kerja Badilag tahun 2025. Masing-masing poin hendaknya dipedomani dengan sungguh-sungguh agar dapat memaksimalkan kinerja dari Badan Peradilan Agama.

Beliau menekankan kepada seluruh PA agar proses perkara yang masuk dapat diselesaikan melalui e-Court. Prosentase capaian perkara eCourt menjadi salah satu poin penilaian kinerja dari Dirjen Badilag, hal inilah yang mendorong masing-masing PA untuk dapat menyelesaikan perkara secara elektronik.

Tidak kalah penting untuk diperhatikan, optimalisasi proses perkara melalui mediasi hendaknya senantiasa dimaksimalkan sehingga penyelesaian secara kekeluargaan dapat dikedepankan tanpa harus naik ke tahap berperkara.

Pada kesempatan berikutnya, WKPTA Papua Barat juga menyampaikan pesan-pesan nya kepada seluruh peserta, terutama menyangkut persatuan dan kesatuan. Karena bagaimanapun lingkungan peradilan hidup di tengah-tengah mashyarakaat yang majemuk dari berbagai macam latar belakang budaya.

Badan peradilan agama memiliki peran strategis, khususnya bagi umat islam dalam mengurus perihal-perihal yang berkaitan dengan hukum Islam. Diantara peran strategis Peradilan Agama antara lain:

  • Sebagai pemersatu ummat.
  • Sebagai miniatur wajah lembaga Islam.
  • Menjadi contoh dalam amaliah Islam
  • Sebagai alat perjuangan syariat Islam.

Dalam penutupnya beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga integritas sebagai warga peradilan, karena bagaimanapun seluruh gerak-gerik baik didalam maupun diluar kantor senantiasa menjadi pusat perhatian publik. Segala bentuk kritik dan bahkan hujatan pasti akan selalu mengiringi setiap putusan perkara, maka menjaga lisan dan perbuatan terutama di era digital seperti sekarang ini amat sangat penting.

Dokumentasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023. PTA Pabar News. All Right Reserved.