Manokwari — Dalam rangka mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat yang ke-III tahun 2025, panitia pelaksana menggelar Rapat Panitia Persiapan HUT PTA Papua Barat pada Rabu, 19 November 2025, pukul 14.00 WIT bertempat di Command Center PTA Papua Barat.
Rapat ini dilaksanakan berdasarkan undangan resmi dengan Nomor 1120/KPTA.W31-A/OT01.1/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Panitia HUT PTA Papua Barat, Muhammad Takdir. Rapat diikuti oleh para panitia yang tercantum dalam lampiran surat undangan, yang terdiri dari berbagai seksi kepanitiaan.
Dalam rapat tersebut, panitia membahas secara rinci rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan HUT PTA Papua Barat, sebagaimana tertuang dalam surat penetapan kegiatan dan penunjukan panitia pelaksana. Di antara agenda yang direncanakan adalah:
- Anjangsana ke panti asuhan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan silaturahmi kepada anak-anak panti.
- Lomba-lomba internal, yang ditujukan untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan keluarga besar PTA Papua Barat.
- Kegiatan sosial donor darah, bekerja sama dengan instansi terkait, sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Acara puncak peringatan HUT PTA Papua Barat dan penandatanganan MoU dengan beberapa instansi, sebagai momentum penguatan sinergi dan kolaborasi.
- Family gathering, yang diharapkan mampu membangun keakraban dan suasana kekeluargaan di lingkungan PTA Papua Barat.
Selain membahas teknis pelaksanaan kegiatan, rapat juga mengonfirmasi kembali peran masing-masing seksi, mulai dari seksi acara, perlengkapan, konsumsi, keamanan, kesekretariatan dan dokumentasi, hingga seksi family gathering. Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan seluruh rangkaian peringatan HUT dapat terlaksana dengan tertib, meriah, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui rapat panitia ini, PTA Papua Barat menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperluas jejaring kerja sama demi tercapainya peradilan agama yang modern, profesional, dan dekat dengan masyarakat.










Leave a Reply