Manokwari, 11 Mei 2023 – Untuk mendapatkan predikat WBK dan WBBM di satker-satker peradilan agama, terutama yang berada di wilayah yurisdiksi PTA Papua Barat maka diperlukan usaha-usaha dan strategi untuk dapat meraihnya. Selain diperlukan adanya pemenuhan evidence yang bersifat meteriil, diperlukan juga aspek mental dari setiap aparatur, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan Zona Integritas. Untuk itu penting sekali dilakukan upaya peningkatan integritas dalam mendukung cita-cita mewujudkan WBK dan WBBM. Salah satu langkah yang telah diambil PTA Papua Barat adalah dengan memberikan materi ESQ(Emotional Spiritual Quotient).
Materi ESQ ini masih dalam satu rangkaian acara dengan kegiatan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh PTA Papua Barat. Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat Dr. Mohamad Jumhari, S.H., M.H. Beliau telah berpengalaman mengikuti pelatihan ESQ sebelumnya, sehingga kompetensinya sudah tidak diragukan lagi.
Apa itu ESQ?
Sebagaian dari kita mungkin masih asing dengan istilah ESQ. Ilmu menganai ESQ sendiri pertama kali di cetuskan oleh DR. HC. Ary Ginanjar Agustian melalui pengalaman pribadinya yang terjadi selama bertahun-tahun yang kemudian beliau tuliskan kedalam beberapa buku.
ESQ merupakan sebuah program pembangunan karakter di mana semua pesertanya diharapkan mampu menemukan apa yang selama ini dinanti dan dicari. tak terkecuali, keberhasilan dan kebahagiaan yang bersumber di dalam hati.
Yang membuat ESQ ini menarik adalah kemampuan dari penciptanya untuk menyerap nilai-nilai yang terkandung dalam Islam kemudian menggabungkanya dengan dunia sains modern. Selanjutnya semua itu dikemas dan disajikan kedalam sebuah pelatihan modern sehingga tidak hanya menyejukan rohani namun juga memotivasi para pesertanya.
Mencapai God Spot
Disini Dr. Mohamad Jumhari, S.H., M.H. menekankan pada para peserta bahwa kecerdasan IQ saja bukanlah segala-galanya. Seseorang dengan IQ tinggi dan berprestasi tidak akan menjamin seseorang sukses di masa depan. Namun orang dengan kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu meraih kesuksesan meskipun dengan IQ paspasan. Selanjutnya orang dengan kecerdasan spiritual (SQ) akan menjadi menjadi manusia yang paripurna

Untuk dapat mencapai manusia yang paripurna maka pertama-tama perlu menghilangkan belenggu yang menguasai pikiran. Belenggu ini dapat bersumber dari Pengaruh literatur, Prasangka negatif, Pengaruh prinsip hidup, Pengaruh pengalaman, Pengaruh kepentingan dan prioritas, Pengaruh sudut pandang, dan Pengaruh pembanding.
Setelah seluruh belenggu tersebut dihilangkan, maka akan mencapai apa yang disebut God Spot. Untuk dapat menghilangkan belnggu-belenggu tersebut diperlukan langkah-langkah yang disebut Zero Mind Process.


Nilai-nilai Asmaul Husna
Untuk menuju Zero Mind tidak lepas dari keterikatan kita pada Allah SWT, maka dari itu hendaklah selalu mengingat-Nya. Dan perlu diketahui juga bahwa Allah SWT memiliki 99 nama, dimana masing-masing nama tersebut terkandung makna yang mulia. Dengan selalu ingat dan menyebut nama Allah SWT maka akan terbuka hati dari segala bentuk belnggu yang menghalangi.
7 Budi Utama ESQ
Pembangunan karakter melalui ESQ dapat terwujud melalui sifat yang ditunjukan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi sifat-sifat ini sangat penting sebagai modal dalam pembangunan Zona Integritas yang tercermin dalam 7 Budi Utama ESQ yaitu:
- Jujur
- Tanggung jawab
- Disiplin
- Visioner
- kerjasama
- Adil
- Peduli.










Leave a Reply