Manokwari, 4 Oktober 2023 – Maulid merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender hijriah. Perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk penghormatan oleh umat muslim kepada Baginda Rasulullah yang telah membawa ajaran agama Islam ke seluruh penjjuru Dunia. Perayaan ini terus dilakukan dan menjadi sebuah tradisi bagi umat muslim. Seluruh umat muslim di dunia merayakan peringatan Maulid Nabi dengan tujuan mengingat kembali kisah perjalanan hidup dan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan niai-nilai Islam semasa hidupnya.
PTA Papua Barat tidak ketinggalan juga turut serta dalam momentum Maulid Nabi untuk ikut memeriahkan perayaan ini di bumi Kasuari. Turut hadir pula pada kesempatan ini PA Manokwari yang ikut berpastisipasi menyemarakan acara. Seluruh aparatur mulai dari Pimpinan, Pejabat Struktural/Fungsional, Staff dan PPNPN larut dalam kemeriahan Maulid yang dilaksanakan di ruang Serba Guna PTA Papua Barat. Tema yang diusung dalam maulid ini adalah “Meneladani Uswatun Hasanah Nabi Muhammad SAW Dalam Perilaku Kerja Dalam Terwujudnya Peradilan Yang Agung”.
Acara dibuka dengan lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Hakim Tinggi Drs. Muhammadong, M.H. Lantunan Sholawat diiringi alat musik Tifa sehingga menambah suasana semarak dari seluruh jamaah yang hadir pada hari ini.
Dalam sambutanya, KPTA Papua Barat menyampaikan pentingnya memanfaatkan momentum Maulid ini sebagai ajang untuk refleksi diri dengan meneladani nilai-nilai yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW agar kelak mendapkan Syafaatnya di hari akhir kelak.
Selanjutnya acara diakhiri oleh ceramah yang dibawakan oleh Raswin, S.H.I. Dalam ceramah yang disampaikan beliau mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mengingat jasa Nabi Muhammad SAW terutama dalam hal emansipasi wanita. Perlu diketahui bahwa sebelum masa Nabi Muhammad SAW, derajat wanita hanya dipandang sebelah mata oleh kalangan Pria di masa itu. Tidak jarang, setiap bayi perempuan yang lahir ke dunia akan dibunuh dan kalaupun selamat hanya akan dipakai sebagai pemuas nafsu belaka.
Namun semenjak Nabi Muhammad SAW menyebarkan ajaran kepada umatnya, beliau meninggikan derajat seorang wanita di posisi terhormaat. Bahkan dalam satu kesempatan Rasulullah SAW berulang kali memberikan nasihat agar seorang anak menghormati dan berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama ibunya. Hal ini telah diriwayatkan kedalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR Al Bukhari dan Muslim).
Dokumentasi












Leave a Reply