Manokwari, 29 Juni 2026 – Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat kembali menyelenggarakan kegiatan apel pagi rutin yang diikuti oleh seluruh pimpinan, Hakim Tinggi, pejabat struktural dan fungsional, serta staf kepaniteraan dan kesekretariatan. Bertindak langsung sebagai Pembina Apel, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Papua Barat YM bapak Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag. memberikan amanat penting yang memadukan refleksi spiritual, penguatan integritas organisasi, hingga kesiapan menghadapi transformasi teknologi modern.
Dalam arahannya, KPTA Papua Barat menyampaikan enam poin strategis yang menjadi pedoman bersama bagi seluruh aparatur:
1. Merawat Rasa Syukur dan Menjauhi Kufur Nikmat
Mengawali amanatnya, KPTA Papua Barat mengingatkan seluruh pegawai akan pentingnya menjaga rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa karunia berupa kesehatan, kesempatan untuk terbangun di pagi hari, hingga kemampuan untuk datang melakukan absensi dan bekerja, merupakan nikmat besar yang wajib disyukuri. Beliau menyayangkan masih adanya kecenderungan di mana manusia kurang bersyukur dan terjebak dalam sikap kufur nikmat, padahal pengabdian yang tulus harus senantiasa diawali dengan hati yang bersyukur.
2. Menjaga Kebersamaan dan Menghilangkan Ego Jabatan
Pimpinan secara tegas mengimbau seluruh aparatur untuk selalu menjaga kebersamaan dan mengikis habis ego jabatan di lingkungan kerja. Beliau mengingatkan agar tidak ada seorang pun yang bertindak semena-mena hanya karena merasa memiliki kedudukan atau jabatan yang tinggi.
“Kantor ini tidak akan bisa berjalan lancar hanya karena ada Hakim Tinggi atau Sekretaris saja. Keberhasilan institusi adalah buah dari kebersamaan seluruh lini. Coba bayangkan jika di kantor ini tidak ada petugas keamanan (security), kita tidak akan pernah bisa bekerja dengan aman dan tenteram. Hormati setiap peran,” tegas KPTA Papua Barat.
3. Akselerasi dan Adaptasi Teknologi Melalui Kecerdasan Buatan (AI)
Menghadapi era digital, KPTA Papua Barat mendorong seluruh pegawai, khususnya para Hakim, untuk adaptif terhadap perkembangan Teknologi Informasi (TI). Beliau menyoroti kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kini terbukti mampu mempermudah efisiensi kerja. Di era sekarang, Hakim bahkan dapat memanfaatkan bantuan AI dalam menyusun draf putusan hukum. Aparatur PTA Papua Barat tidak tertinggal oleh teknologi, karena pemanfaatan TI yang tepat guna akan sangat mempermudah mobilitas dan penyelesaian tugas kedinasan.
4. Penguatan Pengawasan Daerah Melalui Aplikasi E-Binwas Badilag
Terkait tugas pokok dan fungsi di tingkat banding, KPTA mengingatkan bahwa Hakim Tinggi memikul tanggung jawab besar dalam melaksanakan pengawasan daerah dan pengawasan bidang. Proses pengawasan tersebut saat ini diintegrasikan melalui aplikasi E-Binwas milik Ditjen Badilag. Oleh karena itu, beliau menegaskan pentingnya setiap Hakim Tinggi untuk mendalami dan menguasai secara detail teknis pelaksanaan pengawasan pada aplikasi digital tersebut agar fungsi pembinaan berjalan optimal.
5. Pendampingan Intensif Satker Menuju WBK dan WBBM
Sebagai instansi pembina, PTA Papua Barat berkomitmen penuh untuk memantau dan membantu suksesnya pencanangan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Pengadilan Agama (PA) di wilayah hukumnya. KPTA merencanakan unsur pimpinan PTA untuk turun langsung ke satker-satker tingkat pertama guna memantau prosedur pengisian dokumen dan pemenuhan kriteria sebelum dikirimkan ke Kemenpan-RB, memastikan seluruh proses berjalan lancar dan tepat sasaran.
6. Persiapan Matang Pembentukan Panitia Bimtek Se-Wilayah
Menutup arahannya, KPTA Papua Barat mengumumkan agenda strategis bahwa PTA akan segera melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh Pengadilan Agama sewilayah Papua Barat. Demi menjamin kesuksesan dan kelancaran acara, beliau menginstruksikan agar struktur kepanitiaan pelaksana segera ditunjuk dan ditetapkan. Dengan adanya kepanitiaan yang solid, seluruh persiapan sarana dan prasarana Bimtek dapat dirancang secara matang dan terukur.
Apel pagi rutin ini ditutup dengan khidmat, dilanjutkan dengan jabat tangan bersama sebagai simbol penguatan tali silaturahmi dan kebersamaan antar-aparatur PTA Papua Barat.
Dokumentasi

















Leave a Reply