Manokwari, 17 September 2026 – Jajaran pimpinan dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat menghadiri secara online Webinar Nasional dan Kick Off Pengumpulan Data dengan tema “Judicial Wellbeing: Pengupayaan Layanan Dukungan Psikososial Berbasis Bukti kepada Hakim” yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) pada Kamis (17/9). Kegiatan ini diikuti berdasarkan Surat Undangan Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI Nomor 2507/DJA/DL1.1/IX/2026.
Webinar yang dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Yudisial RI, Prof. Dr. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H., bertujuan menginisiasi penyusunan Kertas Kebijakan Layanan Dukungan Psikososial Berbasis Bukti guna memperkuat kesehatan mental serta kesejahteraan psikologis para hakim di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Anggota KY RI Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Hakim Setyawan Hartono, S.H., M.H., Ketua Kamar Pembinaan MA RI YM. Dr. Syamsul Ma’arif, S.H., LL.M., serta Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR) Nathanael Elnadus Johanes Sumampouw, M.Psi., M.Sc., Ph.D., Psikolog.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti pentingnya penanganan stres kerja dan beban emosional hakim dalam memeriksa serta memutus perkara. Tingginya beban tanggung jawab yustisial dinilai memerlukan sistem dukungan psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui keikutsertaan ini, PTA Papua Barat berkomitmen mendukung penuh pengisian survei nasional serta tahapan penyusunan kebijakan KY RI demi mewujudkan lingkungan kerja peradilan yang sehat, profesional, dan berintegritas.
Dokumentasi












Leave a Reply