Manokwari, 11 September 2026 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat menyelenggarakan Rapat Berkala Umum dan Monitoring Evaluasi (Monev) Kinerja Kepaniteraan Bulan September 2026 di Ruang Command Center PTA Papua Barat. Rapat dipimpin langsung oleh Panitera PTA Papua Barat, Drs. Erwin Romel, M.H., serta diikuti oleh jajaran Kepaniteraan PTA dan PA Sewilayah PTA Papua Barat dengan agenda evaluasi penanganan perkara, pencapaian program DIPA 04, pemantauan layanan Posbakum, serta koordinasi pelaksanaan Sidang Terpadu di seluruh satuan kerja pengadilan agama se-wilayah hukum PTA Papua Barat.
Dalam pembukaannya, Panitera PTA Papua Barat menekankan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh satuan kerja dalam mempercepat penyelesaian perkara serta mempertahankan kualitas pelayanan publik yustisial. Selain itu, Panitera juga menginstruksikan pelaksanaan evaluasi rutin pertriwulan bersama PT Pos Indonesia guna mengatasi kendala teknis pengiriman surat tercatat dan relaas panggilan.
Data Kinerja Perkara Tingkat Pertama (s/d 10 September 2026)
Berdasarkan data kinerja kepaniteraan per 10 September 2026, total beban perkara pada empat Pengadilan Agama di wilayah hukum PTA Papua Barat tercatat sebanyak 905 perkara (17 perkara sisa tahun lalu dan 888 perkara masuk). Dari jumlah tersebut, sebanyak 783 perkara telah diselesaikan (66 perkara dicabut dan 717 perkara diputus), sehingga sisa perkara saat ini berjumlah 122 perkara.
Rekapitulasi Penanganan Perkara:
| Satuan Kerja | Sisa Lalu | Perkara Masuk | Total Beban | Perkara Dicabut | Perkara Diputus | Total Putus | Sisa Perkara | % Putus | % Sisa |
| PA Kaimana | 5 | 43 | 48 | 1 | 36 | 37 | 11 | 75% | 23% |
| PA Sorong | 12 | 422 | 434 | 21 | 355 | 376 | 58 | 82% | 13% |
| PA Fakfak | 0 | 169 | 169 | 18 | 138 | 156 | 13 | 82% | 8% |
| PA Manokwari | 0 | 254 | 254 | 26 | 188 | 214 | 40 | 74% | 16% |
| TOTAL | 17 | 888 | 905 | 66 | 717 | 783 | 122 | 79,2% | 13,5% |
Data Realisasi Anggaran DIPA 04
Capaian pelaksanaan program DIPA 04 pada empat satuan kerja menunjukkan progres positif, khususnya pada program Sidang Keliling yang telah mencapai 100% realisasi di seluruh pengadilan agama.
1. Laporan Sidang Keliling
- PA Manokwari: Pagu Rp50.000.000 | Realisasi Rp50.000.000 (100%) | 2 Kegiatan | 20 Perkara
- PA Fakfak: Pagu Rp60.992.000 | Realisasi Rp60.992.000 (100%) | 5 Kegiatan | 82 Perkara
- PA Sorong: Pagu Rp382.560.000 | Realisasi Rp382.560.000 (100%) | 5 Kegiatan | 58 Perkara
- PA Kaimana: Pagu Rp108.060.000 | Realisasi Rp108.060.000 (100%) | 4 Kegiatan | 60 Perkara
- Total Pagu DIPA: Rp601.612.000 | Realisasi: Rp601.612.000 (100%)
2. Laporan Perkara Prodeo
- PA Manokwari: Tidak menerima anggaran prodeo.
- PA Fakfak: Pagu Rp12.600.000 | Realisasi Rp12.580.000 (99,8%) | Sisa Rp20.000
- PA Sorong: Pagu Rp30.000.000 | Realisasi Rp25.115.000 (83,7%) | Sisa Rp4.885.000 (Target rampung Oktober)
- PA Kaimana: Pagu Rp1.320.000 | Realisasi Rp1.320.000 (100%)
3. Laporan Pos Bantuan Hukum (Posbakum)
- PA Manokwari: Pagu Rp40.000.000 | Realisasi Rp40.000.000 (100%) | 451 Jam Layanan
- PA Sorong: Pagu Rp60.000.000 | Realisasi Rp47.600.000 (79,3%) | Sisa Rp12.400.000
- PA Fakfak: Pagu Rp10.000.000 | Realisasi Rp7.000.000 (70%) | Sisa Rp3.000.000
- PA Kaimana: Pagu Rp15.000.000 | Realisasi Rp8.160.000 (54,4%) | Sisa Rp6.840.000
4. Laporan Sidang Terpadu
- PA Manokwari: Pagu Rp125.000.000 | Realisasi Rp6.300.000 (5%) | Sisa Rp118.700.000
- PA Fakfak: Pagu Rp15.408.000 | Realisasi Rp15.408.000 (100%)
- PA Sorong & PA Kaimana: Tidak menerima anggaran Sidang Terpadu.
Solusi Strategis dan Kendala Lapangan
Dalam sesi diskusi, pembahasan menyoroti kendala pelaksanaan Sidang Terpadu di PA Manokwari yang baru mencapai 5% akibat kurangnya respons dari pemerintah daerah dan distrik tempat pelaksanaan. Terkait hal tersebut, Panitera Pengganti PTA Papua Barat, Baida Makasar, S.Ag., memberikan arahan dan solusi strategis:
- Jemput Bola ke Masyarakat: Petugas disarankan tidak hanya menunggu koordinasi antar-instansi (Dukcapil/Pemda), tetapi langsung turun ke kepala kampung, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat untuk mendata warga yang belum memiliki buku nikah.
- Pendekatan Komunitas: Memaksimalkan sosialisasi program pelayanan terpadu secara langsung agar masyarakat memahami manfaat legalitas dokumen pernikahan.
Rapat diakhiri dengan penekanan dari Panitera PTA Papua Barat agar seluruh satuan kerja segera menindaklanjuti penyelesaian sisa perkara, memaksimalkan realisasi anggaran Posbakum dan Prodeo sebelum akhir November, serta melakukan validasi data harian pada aplikasi SIPP dan KINSATKER secara konsisten.
Dokumentasi
















Leave a Reply