Manokwari — Ketua Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat, Dr. H. Acep Saifuddin, S.H., M.Ag., bersama Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat, Dr. Drs. Muhlas, S.H., M.H., serta para Yang Mulia Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Kaum Rentan Berhadapan dengan Hukum secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Command Center PTA Papua Barat.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Teknik Penyusunan Pertimbangan Hukum yang Responsif Gender dalam Putusan untuk Menjamin Perlindungan Hak-Hak Kaum Rentan”.
Tingkatkan Pemahaman terhadap Perlindungan Kaum Rentan
Bimbingan teknis ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur peradilan, khususnya para hakim, dalam menangani perkara yang melibatkan kelompok rentan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan terkait pentingnya penyusunan pertimbangan hukum yang tidak hanya berlandaskan pada aspek yuridis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap kondisi dan kebutuhan pihak-pihak rentan yang berhadapan dengan hukum.
Pertimbangan Hukum yang Responsif Gender
Tema yang diangkat menekankan pentingnya perspektif responsif gender dalam penyusunan pertimbangan hukum. Hal tersebut diperlukan agar putusan yang dihasilkan mampu memberikan perlindungan terhadap hak-hak para pihak secara adil dan proporsional.
Pemahaman yang baik terhadap kondisi kelompok rentan diharapkan dapat membantu hakim dalam menggali fakta, menilai keadaan para pihak, serta menyusun pertimbangan hukum yang lebih komprehensif tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kepastian hukum.
Perkuat Kualitas Putusan dan Pelayanan Peradilan
Keikutsertaan pimpinan dan para Hakim Tinggi PTA Papua Barat dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi teknis yudisial serta kualitas putusan di lingkungan Peradilan Agama.
Penguatan kapasitas secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung terwujudnya proses peradilan yang memberikan perlindungan dan akses keadilan yang setara, khususnya bagi kaum rentan yang berhadapan dengan hukum.
Seluruh rangkaian kegiatan diikuti secara daring dari Command Center PTA Papua Barat dengan tertib dan penuh perhatian sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan peradilan.













Leave a Reply